Senin, 10 Mei 2021

Mendefinisikan Ulang

Let's we talk again. 

Gue Ikwa dan selamat datang di label Cuma Tentang Gue.

Malam ini gue baru ingat kalau gue melupakan satu hal yang penting, yaitu doa. Ya, gue lupa untuk berdoa. Okay, wait. Biar kita bedah dulu kenapa gue bisa menganggap berdoa itu penting?

Gue adalah orang yang percaya kalau segala hal yang terjadi dalam hidup gue merupakan takdir. Menurut gue, semua skenario kehidupan udah ada yang ngatur termasuk sebab akibat yang berlangsung didalamnya. Namun, gue juga percaya kalau takdir tuh gak berjalan sendirian doang alias berpangku tangan adalah solusi yang harus gue lakuin buat ngejalanin hidup. No! Big no! Gue yakin kalau usaha dan doa berjalan seiringan dengan takdir dari Sang Pencipta. Oleh karena itu, doa menjadi komponen penting dalam hidup gue.

Gue juga gak tahu masa depan. Kalau ngomongin tentang ini berasa lagi diambang harapan. Kalau pesimis, dibilang mikir negatif. Kalah optimis, dibilang mikir ketinggian. Hfft! Sampai sekarang gue juga masih belum tahu gimana menghadapi bayang-bayang masa depan yang tertutup rapat.

Akan tetapi, gue juga sadar kalau skenario hidup tuh berada diluar kendali kita. Makanya gue sedang berusaha buat gak usah peduli sama hal-hal yang belum atau tidak kita genggam. 

Tanpa gue sadari, pemikiran itu ngebuat gue mulai lupa berdoa. Gue menganggap kalau dengan berdoa, ada harapan yang tergantung dan hal itu belum bisa kita genggam. Apakah ada sesuatu yang salah dari definisi gue itu?

Sepertinya iya. Doa tuh berada dalam kendali gue karena bagian dari usaha juga. Usaha buat menggantungkan harapan kepada Sang Pencipta. Yang berada diluar kendali gue justru adalah harapan lebih agar doa-doa gue terwujud.

Parahnya lagi, gue tuh baru sadar kalau gue sering minta doa ke temen-temen gue disaat diri gue sendiri tidak mendoakan dirinya. Bersyukurnya adalah gue sadar akan hal itu sekarang. Emang menjadi peminta-minta tuh gampang banget ya. Kayak lo cukup bilang, "doain gue, ya." padahal diri lo tampak tidak peduli dengan dirinya sendiri.

Ya, itu kesimpulan gue saat ini. Entah nantinya kesimpulan itu akan berubah atau tetap sama, manusia bisa terus meng-upgrade dirinya. Jadi, inilah perjalanan. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halo, 14 Juni 2021

Jadi, gimana hidup lo? || H-4 Kemarin gue berniat buat nyelesain baca bukunya Henry Manampiring yaitu Filosofi Teras sebelum 14 Juni. Buku ...